Curhat Bareng KMI (CBK) – 18 November 2017

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
Berikut pertanyaan beserta jawaban dari CBK(Curhat Bareng KMI) 
yang diadakan pada Hari Sabtu, 18 November 2017(17.00-20.00)
Semoga dapat bermanfaat

Pertanyaan 1 :
Saya mau tanya, bagaimana caranya agar kita terbiasa membaca buku. Sedangkan, dari dulu lebih suka ke video atau film dari pada buku. Lalu, bagaimana cara kita istiqomah dalam hijrah? Sedangkan lingkungan kita tidak mendukung untuk hijrah.
Jawab :
Mungkin ini ada sedikit tips yang bisa membantu. Cara terbiasa membaca buku ialah dengan kemauan yang kuat dan dipaksa membaca. Rumus orang jepang : Terpaksa – di paksa – bisa – biasa – budaya.
Intinya terpaksa atau dipaksa dulu. Bukankah kita bisa berjalan seperti ini itu dipaksa berjalan oleh orang tua dan kemauan kita sendiri?
Untuk istiqomah dalam berhijrah : yang pertama ialah niat yang kuat dan mendalam serta berani mengambil resiko. Walau lingkungan kurang atau bahkan tidak mendukung, jangan menyerah. Cari lingkungan yang mendukung. Karena ikan air tawar tidak bisa hidup di dalam air laut. Jika dipaksa hidup kemungkinan akan mati. Kalau mba nya udah kuat, ga masalah. Kalo belum kuat cari lingkungan baru sebagai sarana pendukung.
_____
Pertanyaan 2 :
Bagaimana menurut KMI, pemuda pemudi masa kini dan sangkut pautnya dengan agama islam?
Jawab :
Pemuda masa kini seperti sebuah es susu segar. Ketika ada yang menikmatinya dapat memberi manfaat kepada orang lain. Aslinya pemuda dan pemudi Indonesia punya kekuatan yang besar untuk dapat mengubah dunia. Serta punya banyak manfaat jikalau tetap berpegang teguh terhadap prinsip Islam. Tapi masih ada rasa “malu” dan “kurang pede” terhadap diri sendiri
Sama aja pemuda islam masa kini seperti es susu segar juga, punya manfaat besar tapi banyak terpengaruh oleh budaya luar. Dalam hal ini ada “kontaminasi” dari lingkungan. Tidak ada penyaring antara budaya islam dan budaya asing. Seharusnya pemuda jaman now itu dapat menyaring semua hal yang datang dari luar. Sekiranya hal itu tidak sesuai dengan agama islam, seharusnya tidak dilakukan dalam kehidupan sehari hari agar menjaga kemurnian sebuah es susu segar
_____
Pertanyaan 3 :
Bagaimana pandangan KMI mengenai pergaulan antara ikhwan dan akhwat di UPN?
Dan bagaimana cara yang tepat untuk menyikapinya?
Jawab :
Pandangan KMI terkait pergaulan ikhwan akhwat di UPN adalah miris, kenapa miris? Pergaulan di UPN sudah sangat parah, buktinya dengan banyak kita temui kasus-kasus hamil diluar nikah, bahkan belum ada dua tahun mahasiswi UPN meninggal di Kostan karena melahirkan.
Bagaimana kita menyikapi hal tersebut adalah:
1.Dari pribadi dulu dengan meyakinkan bahwa kita boleh berinteraksi dengan lawan jenis tapi ada batasan-batasan yang sudah diatur dalam agama islam, itu ditaati betul.
2.Berusaha senantiasa menjaga jarak, menundukkan pandangan, dan berusaha menahan nafsu.
3.Menyampaikan dengan baik ke lawan jenis ketika memang kita sedang menjaga jarak, bukan langsung menjauh tanpa mereka tau.
_____
Pertanyaan 4 :
Kalo lagi haid baca ayat quran boleh kan ya? Tapi bacanya lewat hp
Jawab :
Ada sebagian pendapat yang memperbolehkan ada juga yang tidak memperbolehkan. pendapat yang memperbolehkan bilang boleh membaca ayat Al-Quran untuk hafalan atau untuk tujuan belajar lainnya. Tapi kalau niatnya untuk mendapat pahala tidak boleh.
Kuncinya : “SEBERAPA BESAR CINTANYA KITA TERHADAP SUATU AMAL”
Apabila kita tidak bisa melakukan suatu amal karena perintah Allah tapi hati kita mencintai amalan itu maka hati kita akan tetap sejuk. Maka saat kita sedang haid itu tidak diperboleh untuk membaca al-quran ini pandangan madzhab syafi’i termasuk murojaah itu tidak diperbolehkan. Dan ada pandangan madzhab lain yang memperbolehkannya.  Saat kita haid lebih baik kita melafalkannya dalam hati saja. Larangan untuk wanita saat haid tidak diperbolehkan membaca al-quran adalah menjadi penegasan betapa pentingnya sebuah nilai kesucian untuk seorang wanita. Maka saat haid agar hati kita tidak kering dan merasa tetap sejuk maka diperbolehkan untuk membaca al-matsurat atau membaca dengan hati yang mana dengan mensyaratkan hafal dan bagi yang belom hafal diperbolehkan untuk membatin apa yang sudah dihafal
Wallahu alam
_____
Pertanyaan 5 :
Assalamualaikum, mau nanya nih, saya pernah lihat dimedia-media bahwa ada seorang biarawati yang meninggal dalam keadaan tersenyum dan saat saya liat fotonya memang benar dia tersenyum,, bagaimana itu bisa terjadi sedangkan dia adalah seorang non muslim?
Jawab :
Wa’alaikumsalam. Sebagai muslim, kita dilarang utk menjudge orang itu akan masuk surga ataupun neraka. Meskipun dia ahli maksiat pun. Bisa aja orang yang sekiranya ahli ibadah, lebih rajin ibadah tapi amalannya terbakar oleh ujub dan riya’. 
Karena yang menentukan masuk surga dan neraka hanya kuasa Allah SWT. Karena bukan hanya amalan ibadah kita yang buat kita masuk surga, tapi karna rahmat dan ridho Allah SWT. Dan juga kita nggak tau amalan apa yang buat kita masuk surga.
Untuk masalah biarawati yang meninggal tersenyum, wallahua’alam, hanya kuasa Allah SWT, kita tidak bisa menebak yang bukan kuasa kita. 
Tambahan:
Mungkin ini lebih menyarankan agar hidup itu itu berprinsip sih ya:
Hidup itu perjalanan panjang dimana semua menginginkan surga sebagai ujung jalan hidup kita. Mengawali hidup dengan sebagai orang baik, menjalaninya sebagai orang baik dan mengakhirnya sebagai orang mulia. Bumi ini milik Allah . Kita didunia ini hanya bertamu saja saja kita tidak boleh macam-macam. Karena segalanya yang ada dibumi ini adalah milik Allah. Karena itu lah jika orang-orang kita menyakini bahwa  Allah lah satu-satunya dan segala-galanya dalam hidupnya. Tidak ada kecuali hanya Allah. Dan Allah sudah berulang kali mengatakan kepada kita dengan menenangkan seperti ini “cukup Allah melihat amal saya, dan cukup Allah yang segala-galanya untuk saya”
Maka jika sudah tau Allah segala-galanya, Alalh yg menciptkan awan, awan yang kemudian merubah awan tersebut menjadi mendung melalui proses alamiah yang mana itu sudah disetting oleh Allah.
_____
Pertanyaan 6 :
(lanjutin pertanyaan tentang nadzar)
Saran dari admin sendiri kan kalau bernadzar yang realistis, nah maksudnya gimana?
Jawab :
Yang realistis maksudnya ialah hal yang dapat kita sanggupi dan kita lakukan. Bukan hal yang menyusahkan kita atau kita tidak mampu untuk melakukannya
_____
Pertanyaan 7 :
Aku punya mbak kos, dia baik. Tapi etika pinjam meminjamnya bikin elus dada.  Dia termasuk orang mampu menurutku. Ampun dah kalo ada bajuku yang cocok dia pinjem dan gak dikembaliin kalo gak diminta. Udah aku minta, eh dia pinjem lagi beberapa hari setelahnya. Gak masalah sih, tapi aku gak diajarin kayak gitu sama ibuku, jadi bikin jengkelkan. Iya kalo pas aku bawa ada bajunya, lhaa ini pas mau aku pakek bajunya kotor. Pernah cutterku dia pinjem, pas aku bawa eh udah rusak. Pernah kejadian, aku kehilangan jam tangan. Dia main kan ke kamarku, dan tercyduk dia pake jam tangan yang mirip sama punyaku. Aku gak tegor lhaa takut nya salah. 
Caranya gimana min mau negor dia sama cara ambil barang barangku tapi gak bikin dia sakit hati?
Jawab :
Menurut admin nih, mungkin agak kurang halus dikit hehe, kita kenali dulu gimana karakter senior mbanya. Dengan kita tau karakter dia kita bisa tau bagaimana cara memperlakukan dia. Kalau senior mbanya pemarah, coba diajak becanda dulu baru diutarakan maksudnya. Kalau mbanya sensitif, pelan pelan ngomong nya jangan sampai nyakitin hatinya. Mungkin karena beda karakter beda perlakuan. Yang paling penting kita tetap harus mencerminkan adab seorang muslim yg baik. Jangan sampai menimbulkan percekcokan, kan gaenak mba hehe. Walaupun dalam hati kita dongkol, kita harus pinter manegemen hati dan mengontrol emosi. Budaya husnudzon terhadap saudara kita itu lumayan baik loh mba, itu salah satu cara untuk meredam amarah. Hehe
Maafkan kalo kurang bagus dalam menyampaikan hehe
_____
Pertanyaan 8 :
Lanjutan no 6
Amin, kalo menurut mimin, nadzarnya dilanjutkan gk? 
Karena aku pernah baca hadist tentang Nadzar kalo yg diniatkan karena Taqwa kepada Allah lebih baik gmn min?
Jawab :
Semua nadzar yang berhubungan dengan ibadah itu bisa meningkatkan ketaqwaan, seperti bernadzar memberikan uang ke anak yatim kalo sesuatu hajat dapat terpenuhi dll. Sebelumnya nadzarnya mengarah ke ibadah atau amal baik ndak? Kalo masih mengarah kesana dilanjutkan saja

Wallahu Ta’ala’ Alam Bishawab

Hamasah Lillah
Jika merasa kurang berkenan bisa menghubungi OA Line KMI dan persiapkan pertanyaan untuk sesi selanjutnya.

 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Informasi mengenai CBK lebih lanjut hubungi OA LINE KMI UPNVYK(@ouj1739e)
Atau https://line.me/R/ti/p/%ouj1739e

Leave a Comment